Plt Gubernur Banten Telah Mengeluarkan SK Peresmian Anggota DPRD Lebak, Pandeglang, dan Tangerang

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka setelah ditetapkannya Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten/Kota hasil Pemilu 2014 kemarin, langkah selanjutnya adalah penerbitan Keputusan Peresmian mereka sebagai Anggota DPRD Kabupaten/Kota.

Sesuai ketentuan pula, untuk Anggota DPRD Kabupaten/Kota, Keputusan peresmian sebagai Anggota DPRD dikeluarkan oleh Gubernur.

Untuk wilayah Provinsi Banten, dari 8 (delapan) Kabupaten/Kota baru 3 (tiga) Kabupaten/Kota yang telah diterbitkan keputusan peresmiannya oleh Plt Gubernur Banten H. Rano Karno, S.Ip. Ketiga wilayah tersebut adalah Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Tangerang.

Berikut masing-masing keputusan tersebut :
  1. Keputusan Plt Gubernur Banten Nomor 171/Kep.284-Huk/2014 tentang Peresmian Pemberhentian Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Masa Jabatan Tahun 2009-2014 dan Peresmian Pengangkatan Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Masa Jabatan Tahun 2014-2019 Hasil Pemilihan Umum Tahun 2014;
  2. Keputusan Plt Gubernur Banten Nomor 171/Kep.285-Huk/2014 tentang Peresmian Pemberhentian Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Masa Jabatan Tahun 2009-2014 dan Peresmian Pengangkatan Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Masa Jabatan Tahun 2014-2019 Hasil Pemilihan Umum Tahun 2014;
  3. Keputusan Plt Gubernur Banten Nomor 171/Kep.286-Huk/2014 tentang Peresmian Pemberhentian Anggota DPRD Kabupaten Lebak Masa Jabatan Tahun 2009-2014 dan Peresmian Pengangkatan Anggota DPRD Kabupaten Lebak Masa Jabatan Tahun 2014-2019 Hasil Pemilihan Umum Tahun 2014;


Berdasarkan Keputusan sebagaimana di atas, pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Tangerang direncanakan dilaksanakan pada Sidang Paripurna Istimewa pada hari Kamis 7 Agustus 2014. Sedangkan untuk Kabupaten Pandeglang direncanakan pada hari Senin 11 Agustus 2014 dan Kabupaten Lebak pada hari Senin 18 Agustus 2014 nanti.


Jadwal Pelantikan Anggota DPRD di Provinsi Banten Masa Bhakti 2014-2019

Dalam waktu dekat ini, sekitar satu bulan ke depan akan dilangsugkan pelantikan dan peresmian Anggota DPRD Terpilih hasil Pemilu 2014 kemarin, baik untuk DPRD Provinsi Banten maupun DPRD Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.

Berikut rencana jadwal pelantikan tersebut :
  1. DPRD Provinsi Banten, tanggal 1 September 2014;
  2. DPRD Kabupaten Serang, tanggal 2 September 2014;
  3. DPRD Kabupaten Pandeglang, tanggal 11 Agustus 2014;
  4. DPRD Kabupaten Lebak, tanggal 18 Agustus 2014;
  5. DPRD Kabupaten Tangerang, tanggal 7 Agustus 2014;
  6. DPRD Kota Cilegon, tanggal 4 September 2014;
  7. DPRD Kota Tangerang, tanggal 31 Agusttus 2014;
  8. DPRD Kota Serang, tanggal 2 September 2014;
  9. DPRD Kota Tangerang Selatan, 7 Agustus 2014.

Jadwal di atas dimungkinkan berubah sesuai dengan kesiapan segala sesuatunya.


Pemprov Banten Mengadakan Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah

Serang - Pada hari ini (17/7) bertempat di Pendopo Gubernur Banten KP3B diselenggarkan Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah yang dipimpin langsung oleh Plt Gubernur Banten H. Rano Karno. Rakor ini dihadiri oleh seluruh unsur Pimpinan Daerah di Banten baik langsung maupun diwakilkan, mulai dari Plt Gubernur Banten, Ketua DPRD Banten, Sekda Banten, unsur Polda Banten, Polda Metro, Korem Maulana Yusuf Banten, Korem Wijayakrama, BNP, Kejaksaan Tinggi, LANAL, LANUD, Para Bupati/Walikota se-Provinsi Banten. Untuk Bupati/Walikota yang hadir langsung adalah Bupati Serang Taufik Nuriman dan Bupati Lebak Iti Oktaviani.

Dalam sambutan pembukaannya, Plt Gubernur Banten menyampaikan bahwa agenda rakor ini yang pertama adalah persiapan dan antisipasi pada saat penetapan dan pengumuman hasil Pemilu (Pilpres) 2014 pada tanggal 22 Juli 2014 nanti, agenda kedua yaitu berkaitan dengan persiapan menjelang Idul Fitri yang sebentar lagi.

Rano Karno menambahkan, untuk persiapan Idul Fitri, agenda utamanya adalah pemantauan perkembangan harga-harga bahan pokok masyarakat, jalur mudik, kesiapan energi seperti listrik, BBM, dan gas, kemudian kesiapan Kamtibmas, informasi cuaca, informasi tempat sholat Ied dan Takbiran, serta informasi dari Bupati/Walikota untuk kesiapan masing-masing wilayahnya.

Acara yang berlangsung dari pukul 10.15 WIB kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing unsur yang berkepentingan.

Ketua KPU Banten, Agus Sudrajat menyampaikan bahwa sebagaimana sudah diketahui, bahwa Pilpres di Banten dapat berlangsung aman dan damai, tanpa ada gangguan atau hambatan berarti. Hanya ada dua TPS yang harus dilakukan PSU (Pemungutan Suara Ulang), yaitu TPS 28 di Kelurahan Paku Jaya - Serpong Kota Tangerang Selatan dan TPS 20 Kelurahan Pondok Pucung Kota Tangerang. Saat ini sedang berlangsung rekapitulasi perhitungan di tingkat Kabupaten/Kota, sedangkan untuk rekapitulasi perhitungan tingkat Provinsi Banten akan dilakukan besok dari tanggal 18 s.d. 19 Juli 2014 bertempat di salah satu hotel di Kota Serang, tambah Agus.

Sedangkan berkaitan dengan harga-harga kebutuhan pokok, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Banten menyampaikan bahwa hanya ada 4 jenis bahan pokok yang mengalami kenaikan signifikan, yaitu daging sapi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah, selebihnya masih dalam kategori normal dan wajar karena tingginya permintaan masyarakat pada bulan ramadhan ini, secara umum stock persedian bahan kebutuhan pokok di banten aman dan stabil.


FKUB Banten Mengeluarkan Himbauan Berkaitan Dengan Pilpres 2014

Serang - Pada hari Rabu (16/7) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten mengeluarkan pernyataan dan himbauan berkaitan dengan pelaksanaan Pilpres dan akan diumumkannya hasil Pilpres tersebut tanggal 22 Juli 2014, berikut pernyataan selenngkapnya :

PERNYATAAN DAN HIMBAUAN
FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) PROVINSI BANTEN
NOMOR : 50/B/FKUB-02/VII/2014

Pada hari ini, Rabu, tanggal Enam Belas, bulan Juli, tahun Dua Ribu Empat Belas, kami pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Khonghucu khususnya yang tergabung dalam Forum Kuerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten, sehubungan telah selesainya Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI pada tanggal 09 Juli 2014, kami bersyukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, bahwa pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI telah selesai dengan lancar, aman dan damai. Selanjutnya dengan ini kami menyampaikan pernyataan dan himbauan sebagai berikut :

  1. Saat ini bangsa Indonesia sedang menunggu hasil penghitungan suara (reaal count) oleh KPU. Kami menghimbau kepada semua umat beragama untuk tetap sabar, menjaga kondisi yang aman, mewaspadai munculnya hal-hal yang tidak diinginkan dan tetap memelihara toleransi dan kerukunan demi persatuan dan keutuhan NKRI;
  2. Kepada seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat agar selalu membina dan membimbing umatnya dalam rangka memelihara dan meningkatkan kualitas toleransi dan kerukunan umat beragama sebagai modal kerukunan nasional bagi pembangunan bangsa dengan tetap mematuhi semua ketentuan yang berlaku;
  3. Kepada KPU dan seluruh perangkat penyelenggara Pemilu, hendaknya bekerja profesional, independen dan jujur dala melaksanakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI, terutama dalam melakukan tahapan rekapitulasi penghitungan suara;
  4. Kepada Bawaslu dan Aparat penegak hukum hendaklah berlakku tegas dan adil dalam menegakkan hukum terkait dengan pelanggaran Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI, dengan tetap mengedepankan upaya persuasif dan tindakan pencegahan;
  5. Kepada semua pihak diharapkan dapat menerima keputusan KPU pada tanggal 22 Juli 2014 tentang hasil perhitungan suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2014.
Demikian pernyataan dan himbauan ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kepada bangsa Indonesia agar Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI berjalan sebagaimana mestinya.

Serang, 16 Juli 2014/18 Ramadhan 1435 H
Foruk Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten
Prof. Dr. H. Suparman Usman, SH (Ketua)
Drs. H. Damanhuri B. Jahidi (Sekretaris)

Pemuka Agama :
KH. Mas'ud (Islam)
Pdt. Benny Halim, M.Div (Kristen)
RD. Agustinus Adi Indiantono (Katolik)
Drs. Anak Agung Gede Anom (Hindu)
Pmy. Sutanta Ateng (Buddha)
Ws. Rudi Gunawijaya (Khonghucu)


Gerakan Rp 50 ribu/orang untuk Alkes RS Indonesia di Gaza

 
Jakarta- Setelah gerakan Rp 20 ribu perorang untuk pembangunan fisik RS Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, kini MER-C meluncurkan gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan dan interior RSI. Selain gerakan untuk perorangan, MER-C juga meluncurkan Proposal Alat Kesehatan Ruangan RSI yang ditujukan bagi perusahaan dan instansi dalam negeri yang ingin berpartisipasi. Semua ini adalah bagian dari komitmen MER-C untuk menyelesaikaan amanah pembangunan RSI sebagai bukti cinta rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.
                         
"Respon rakyat Indonesia pada program Rp 20ribu per orang untuk RSI sangat besar. Dukungan dan donasi datang dari berbagai kalangan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Dengan donasi tersebut, pembangunan fisik RSI bisa terus berlangsung hingga saat ini," papar dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, Presidium MER-C.
Untuk itu, MER-C meluncurkan kembali gerakan rakyat untuk RSI, kali ini sebesar Rp 50 ribu per orang.
"MER-C menutup bantuan asing untuk program RSI karena kami ingin RSI sebagai simbol persaudaraan Indonesia dan Palestina benar-benar murni dari rakyat Indonesia. Kami juga yakin kita rakyat Indonesia mampu mewujudkan amanah ini," tegas dr. Sarbini, Ketua Presidium MER-C.
 
Fakta Seputar RS Indonesia
Tanah Wakaf :  
Tanah RS Indonesia seluas 16.261 m2 merupakan wakaf dari pemerintah palestina di Gaza
 
Dana sumbangan dari Rakyat Indonesia
Dana pembangunan RS Indonesia seluruhnya murni berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia yang sebagian besar merupakan kalangan menengah ke bawah, tidak ada dana bantuan asing dan belum ada dana bantuan dari pemerintah Indonesia.
 
Dikerjakan oleh Relawan
 RS Indonesia mulai dari ide, proses disain RS yang mencakup struktur, arsitektur dan ME sampai dengan tenaga insinyurdan pekerja teknis yang terlibat dalam proses pembangunan RS Indonesia di Gaza adalah putra-putra bangsa Indonesia yang berstatus sebagai relawan. Mereka memberikan sumbangsihnya tanpa berharap imbalan dan semua dilakukan sebagai bentuk jihad profesionalnya.
 
Bangunan Terunik dan Terbesar
Bangunan RS Indonesia adalah bangunan terunik dan terbesar di jalur Gaza yang sebagian besar bangunan di wilayah okupasi Israel ini berbentuk segi empat.
 
Memecahkan Rekor di Gaza
RS Indonesia membukukan 2 kali rekor pengecoran terbesar di Gaza, yang pertama adalah pengecoran lantai 2 RS Indonesia sebesar 483 m3. Dua bulan kemudian, pada maret 2012, dilakukan pengecoran lantai 3 sebesar 500 m3 beton yang selesai dalam waktu 8 jam.
 
Be a part of History...
Dukungan bagi program ini dapat disalurkan melalui:
BCA, 686.0153678
BSM, 700.1352.061
a.n Medical Emergency Rescue Committee


Surat Terbuka Untuk Joko Widodo Dari Tasniem Fauzia Beserta Tanggapan-Tanggapan Berikutnya (Lengkap)

Beberapa hari ini di media sosial sangat ramai sehubungan dengan surat terbuka untuk calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dari utri Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, Tasniem Fauzia. Untuk melengkapi pemberitaan, berikut dirangkum Surat Tasniem Fauzia beserta balasan dari beberapa orang yang menanggapi surat tersebut.

Berikut surat yang di-posting di akun Facebook Tasniem, Tasniem Fauziah:

"Suratku untuk Yang Terhormat Bapak Jokowi,

Yang saya hormati Bapak Jokowi calon presiden Indonesia,

Dear Pak Jokowi, ini adalah surat dari salah satu anak bangsa Indonesia, yang ingin menyatakan beberapa hal kepada bapak, semoga ketika bapak membaca surat ini, bapak sedang sendiri, dan bisa menggunakan surat ini untuk perenungan bapak secara pribadi.

Yang terhormat bapak Jokowi, ketika anda mengucapkan sumpah di bawah Al-Quran untuk menjadi gubernur DKI Jakarta, apakah anda masih ingat itu Pak? Mengapa bapak seolah-olah lupa dengan janji bapak kepada masyarakat dan juga janji bapak kepada Tuhan YME untuk melaksanakan tugas bapak hingga Jakarta beres?Saya hanya berharap Bapak masih ingat janji dan sumpah itu. Sebuah sumpah dan janji bukankah harus ditepati Pak…

Yang terhormat bapak Jokowi, apakah menurut bapak, menurut hati nurani bapak yang paling terdalam, bapak mampu memimpin 250juta manusia dan rakyat Indonesia? Sedangkan tanggung jawab di Jakarta saja belum terpenuhi, Bapak malah mau mencoba mengemban tanggung jawab yang lebih berat lagi? apakah anda yakin MAMPU mengemban amanat 250 juta rakyat Indonesia yang kebanyakan masih kelaparan ini bapak? Saya mohon bapak bisa menggunakan hati nurani Bapak,pikiran jernih Bapak, bertanya kepada diri sendiri “Apakah saya mampu? Apakah saya punya kapabilitas untuk menjadi pemimpin dari tugas dan amanah yang tidak main-main ini?”

Yang terhormat bapak Jokowi, saya mohon anda mau menanyakan kepada batin bersih dan batin suci bapak, untuk bertanya kepada diri sendiri, apakah jika nanti anda terpilih menjadi presiden, tidak akan ada lagi pengaruh dari Ibu Megawati di mana Bapak punya keterikatan yang sangat besar dengan beliau, bahkan kita semua tahu ketika beliau menyuruh anda menjadi capres, anda pun harus nurut kepada Ibu Megawati, dan melanggar sumpah bapak ketika menjadi gubernur Jakarta?

Bapak, mohon tanyakan kepada sanubari bapak yang terdalam, dari mana anda dan team anda akan mendapatkan dana yang begitu besar untuk melakukan program-program yang nanti akan anda implementasikan jika menjadi presiden, semua program yang bapak sebutkan ketika debat beberapa waktu silam, seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya itu semua, butuh dana, dan dari mana asalnya selain dari menaikkan pajak Pak? Kalau dari Pak Prabowo sudah sangat jelas, akan diamankannya kekayaan alam bangsa Indonesia yang bocor yang nilainya ribuan trilyun itu per tahunnya untuk dijadikan modal program-program kebaikan pendidikan dan kesehatan. Kalau dari Bapak, dari mana Pak dananya? Sedangkan sekarang APBN kita sudah dalam kondisi defisit?

Pak Jokowi, mohon anda tanyakan ke lubuk hati anda yang paling terdalam pertanyaan ini, "Apakah saya bisa berjanji kepada diri saya sendiri dan Tuhan YME untuk membela NKRI dari penjajahan asing dalam bentuk penguasaan kekayaan alam kita, sumber daya minyak, gas, tembaga, emas,semua tambang mineral kita, kekayaan darat, laut, udara Indonesia?" dan "Apakah saya sanggup dan punya keberanian untuk melakukan renegosiasi dengan pihak asing yang mengklaim pulau-pulau Indonesia sebagai daerah wilayah mereka?Apakah saya yakin saya punya kemampuan untuk memimpin dan mempertahankan keutuhan bangsa kita ini?"

Bapak Jokowi yang saya hormati, anda begitu disanjung-sanjung oleh Amerika, anda dimasukkan di majalah Fortune misalnya, dan kita tahu kebanyakan penguasa kekayaan alam di Indonesia ini adalah negara Amerika yang selalu memuji-muji anda. Apakah jika nanti anda harus duduk berdiplomasi dengan negara amerika atau negara adidaya mana pun yang telah menguasai hajat hidup kami orang banyak ini, anda bisa LEBIH mengutamakan kepentingan kami sebagai rakyat Indonesia? Pak Jokowi, ada satu hal yang Amerika lupa, Founding Father kita pernah berpesan kepada kita semua bangsa Indonesia: "Ingatlah...ingatlah...ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuja-puja asing, karna ia akan memperdayaimu"

Bapak Jokowi yang terhormat, ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal batin kami, dalam karir Pak Jokowi beberapa tahun terakhir ini, Bapak sering blusukan ke tempat-tempat, dan sering diikuti dan diliput oleh wartawan. Pak Jokowi juga sempat masuk got dalam suatu acara, dan di situ banyak sekali wartawan meliput. Yang ingin saya tanyakan pak, dan ini mohon di jawab dengan hati nurani saja, apakah tidak terbesit sama sekali, bapak kemana-mana, sering ada wartawan yang meliput termasuk ketika masuk got ini, apakah ini ikhlas seutuhnya, atau karna di situ ada media supaya bisa jadi bahan cerita Pak? Bukankah akan lebih terpuji Pak jika blusukan-blusukan itu tidak perlu diliput dan disiarkan di semua media massa?

Bapak Jokowi yang saya hormati, kemarin di debat terakhir tentang Pertahanan bangsa, bapak bilang, “Akan kita bikin rame kalo ada yang mau ngeclaim wilayah kita jadi wilayah mereka”, dengan bapak bilang seperti ini, mohon tanyakan kepada hati bapak : "Apakah saya sanggup untuk mengorbankan jiwa dan raga saya sendiri untuk tumpah darah Indonesia seperti yang telah pak Prabowo lakukan berkali-kali dalam jejak hidupnya?"

Bapak Jokowi, semoga bapak mau merenungkan pertanyaan-pertanyaan, semoga anda berkenan menjawab surat ini dengan hati nurani bapak. Surat ini tidak perlu dibalas, surat ini hanya untuk perenungan pribadi anda sebagai bangsa Indonesia yang tentunya ingin Indonesia ini menjadi negara yang bermartabat, berdaulat, adil, makmur, dan rakyatnya tidak terjajah lagi oleh bangsa asing. Sekali lagi, tanyakan kepada diri sendiri "Apakah saya mampu?"

Surat tulus dari anak bangsa Indonesia,
Nijmegen, 
26 Juni 2014
Tasniem Fauzia"

Tidak begitu lama Surat di atas di posting, muncul balasan atau tanggapan dari Achmad Room Fitrianto, yang mengaku sebagai anak petani dan tengah menyelesaikan pendidikan doktoral di Perth, Australia. Dalam catatan yang ditulis di akun Facebook dan halaman blog Kompasiana, Achmad menyampaikan enam pernyataan untuk merespons tulisan Tasniem. Berikut pernyataannya:


Wahai Saudari Tasniem Fauzia Binti Amien Rais,

Terimakasih atas surat terbukamu terhadap Bapak Jokowidodo calon presiden republik Indonesian,

Respon ini adalah surat jawaban dari anak bangsa yang mewakili suara tulus kebhinekaan,

dimana yang merasa untuk menjawab suratmu tidak perlu dijawab oleh yang bersangkutan cukup sy yg jawab, cukup dijawab oleh anaknya petani yang kebetulan dapat kesempatan study doctoral di Perth,

Pertama menjawab pertanyaan sumpah, saya yakin karena sumpah beliau untuk bisa mengemban amanah pembangunan masyarakat yang lebih baik, menciptakan ruang ruang publik bagi masyarakat yang lebih baik tidak hanya di jakarta tapi juga rakyat Indonesia, itu mengapa beliau mau dan bersedia menerima mandat dari ketua umum PDI Perjuangan untuk menjadi calon presiden. Beliau tidak pernah mencalonkan diri atau mengiklankan diri sebelumnya. Saya yakin dalam perjalanan beliau memimpin jakarta 2 tahun terakhir ini efeknya sangat terasa meski perubahan itu tidak semudah membalikkan tangan, namun proses masih berjalan dan akan terus berjalan. proses perbaikan yang dirasakan masyarakat Jakarta inilah yang ingin juga dirasakan kami para warga yang tinggal di daerah,kami ingin mendapatkan efisiensi pelayanan publik sebagaimana mulai dijalankan di masa kepemimpinan beliau, Jokowi Jusuf Kalla tidak akan sanggup tapi dengan dukungan iklas putra putra terbaik untuk melaksanakan semangat reformasi dan untuk menjadikan Indonesia Hebat saya yakin bersama kita bisa.

Kedua Semua mantan presiden dan semua mantan penjabat tinggi negara termasuk bapak njenengan pasti akan didengar masukannya, termasuk ibu Megawati Soekarnoputri, namun jangan paksa beliau untuk melawan atau menghinakan para mantan presiden dan pejabat tinggi negara, suaranya harus tetep didengar sebagai bahan pertimbangan.

Ketiga, untuk aplikasi program program pemerintah seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya didapatkan dengan banyak jalan.  Yang pasti memaksimalkan potensi pendapatan dan mengikis habis tikus tikus anggaran. Transaparansi budgeting dengan sistem lelang online akan mengurangi pat-gulipat permainan anggaran. Dengan maksimalkan potensi pendapat negara dan memaksimalkan kinerja KPK saya yakin program tersebut akan berjalan. Karena inti dari pembangunan adalah pembangunan manusia, bukan explorasi sumber daya alam saja.  

Keempat, beliau tidak ada urusan dengan majalah Fortune atau urusan asing lainnya, sejauh tidak memberikan kemaslahatan kepada bangsa ini saya yakin beliau akan "melawan". hal ini sudah terlihat dari setiap kebijakan yang di kreate beliau selau mengedepanakn dialog, diskusi dan yang pasti kepentingan bersama dan memberdayakan. Jadi saya jamin beliau akan tegas dalam renegosiasi kontrak karya perusahaan asing di nusantara.

Kelima, Blusukan adalah suatu proses untuk mendengar langsung keluhan masyarakat, mengkontrol pelaksanaan pembangunan secara langsung, bisa mencari solusi yang tepat krn mendapat informasi yang lebih akurat dan up todate, mengenai wartawan, itu memang kerjaan wartawan mencari berita, baik berita buruk ataupun berita baik, saya ndak tahu motivasi wartawan mengikuti Jokowi blusukan, tapi yang pasti itu wartawan dan media itu memiliki tugas menginformasikan informasi yang perlu diketahui publik, jadi kalau blusukan tidak layak diberitakan ya ndak usah diliput, gitu aja kog repot.

Keenam, Mengorbankan jiwa raga itu tidak harus dengan mengabdi diketentaraan atau ikut berperang, menmgorbankan jiwa raga bisa dilakukan oleh semua profesi termasuk dosen seperti ayahhanda njenengan Prof. Amien Amin Rais  atau bapak saya yang seorang petani, dalam era saat ini proses pengorbanan jiwa raga adalah dengan menggulung kepentingan pribadi dan golongan untuk membentuk tatanan masyarakat yang lebih setara seimbang dan makmur adalah proses pengorbanan yang bisa dilakukan oleh anak bangsa.

Menggaris bawahi jawab saya diatas, Jokowi insya Allah akan mampu membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik dengan dukungan seluruh elemen anak bangsa. Indonesia tidak butuh pemimpin yang hanya pandai berkata kata, Indonesia membutuhkan pemimpin yang bekerja.

Saya yakin majunya Jokowidodo akan memberikan harapan kedepan kepada anak cucu kita untuk memiliki kesempatan dan harapan utk jd pemimpin tertinggi negeri ini. Pemimpin yang lahir dari rahim komunitas, rakyat yang bukan bukan jendral, bukan pengusaha super kaya, bukan pemilik media, bukan anak tokoh terkenal, bukan professor, bukan pelaku poligami, bukan doktor apalagi PhD lulusan Luar negeri, yang menjadikan orang biasa bisa bermipi untuk bisa menentukan arah negeri ini

salam dua Jari -Perth 27 Juni 2014

Tidak hanya Achmad Room Fitrianto, dari mantan adik kelasnya saat menempuh pendidikan di SMP 5 Yogyakarta, Dian Paramita. Dian mengunggah surat untuk Tasniem di laman situs pribadinya, www.dianparamita.com, dengan judul "Surat Terbuka untuk Tasniem Fauzia". Berikut tulisannya :


Surat Terbuka untuk Tasniem Fauzia
Yang Terhormat Mbak Tasniem Fauzia,
yang dulu sangat saya kagumi sebagai kakak kelas di SMP 5 Yogyakarta.
Mungkin Mbak lupa siapa saya. Panggilan saya Mimit. Saat saya kelas 1 dan Mbak Tasniem kelas 3, kita mendapat kursi bersebelahan untuk mengikuti ulangan umum. Saya ingat betul, Mbak selalu meminjam pensil saya, lalu pulpen saya, lalu penghapus saya, kemudian Mbak berbisik, "sorry ya Dek, aku kere..." Saya tertawa senang mendengarnya. Karena saat itu Mbak Tasniem adalah anak dari Ketua MPR, Amien Rais.
Kita sering mengobrol saat ujian. Dari situ Mbak tau saya fans berat grup musik The Moffatts. Kita bercerita mengenai pengalaman kita nonton konser The Moffatts. Saya nonton yang di Jakarta, Mbak yang di Bandung. Beberapa hari kemudian, Mbak jauh-jauh jalan dari kelas Mbak untuk mendatangi kelas saya, lalu memberikan foto-foto The Moffatts yang Mbak jepret di Bandung. Saya senang sekali. Sampai sekarang foto itu saya simpan.
Setelah Mbak sudah SMA dan saya masih SMP, saya sempat bertemu dengan Mbak di sebuah toko buku. Saat itu Mbak memakai celana baggy hijau dan kaos band berwarna hitam. Mbak terlihat tomboy dan sederhana. Dengan senyum Mbak membalas sapaan saya. Saya yakin, di toko buku itu tak ada yang tau bahwa Mbak Tasniem adalah anak seorang Ketua MPR.
Berulang kali saya ceritakan tentang sosok Mbak Tasniem yang saya kenal dan kagumi. Saya ceritakan ke ibu saya, ke teman-teman saya, ke siapapun jika sedang membicarakan anak pejabat. Karena Mbak berbeda dengan anak pejabat lainnya, saya bangga pernah mengenal Mbak Tasniem. 
Namun maaf Mbak, kekaguman saya buyar setelah membaca surat terbuka Mbak untuk Jokowi, 26 Juni 2014 lalu. Karena surat itu tidak seperti surat dari Mbak Tasniem yang saya kenal humble, sederhana, dan jujur. Jika saya berpikiran dangkal, tentu saja saya akan berfikir Mbak menulis itu karena Mbak adalah anak dari Amien Rais, pendukung Prabowo. Namun saya menahan diri untuk tidak berfikir seperti itu dulu.
Oleh karena itu, saya sungguh-sungguh ingin bertanya, apakah benar Mbak Tasniem yang menulis surat itu? Tanpa desakan atau pengaruh dari orang lain? Saya juga berharap Mbak menjawab dengan hati nurani yang paling dalam, jika benar Mbak menulis surat itu, apakah Mbak yakin surat itu baik untuk bangsa ini?
Saya yakin sulit bagi Mbak Tasniem untuk menjawabnya dengan hati nurani yang paling dalam jika di sekeliling Mbak Tasniem adalah pendukung Prabowo. Apalagi mereka adalah keluarga tercinta. Oleh karena itu ijinkan saya membantu Mbak untuk merenunginya dan menjawab beberapa pertanyaan Mbak untuk Jokowi yang saya rasa tidak tepat.
Sumpah Jabatan Jokowi
Pertanyaan Mbak mengenai Jokowi yang meninggalkan Jakarta bukan pertanyaan baru. Saya sudah sering mendengar pertanyaan template ini dari para pendukung Prabowo. Mengapa Jokowi melanggar sumpah jabatannya untuk menyelesaikan Jakarta dan justru mencalonkan diri sebagai presiden?
Sebelum menjawab terlalu jauh, ada yang harus diluruskan terlebih dahulu agar Mbak Tasniem maupun semua pembaca surat Mbak tidak salah mengerti apa isi sumpah jabatan. Berikut isi sumpah jabatan yang disebutkan Jokowi maupun Ahok di pelantikan mereka 2012 lalu.
Demi Allah saya bersumpah/saya berjanji. Akan memenuhi kewajiban saya, sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya, dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa. Semoga Tuhan menolong saya.
Agar lebih jelas, Mbak Tasniem bisa menonton video sumpah jabatan Jokowi-Ahok disini: Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI masa periode 2012-2017.
Mendengarkan ulang pelantikan itulah yang membuat saya bertanya, apakah Mbak Tasniem betul-betul sudah membaca atau mendengar ulang isi pelantikan Jokowi dengan Ahok tersebut? Karena dalam pelantikan itu saya tidak menemukan satu katapun sumpah Jokowi harus menyelesaikan Jakarta hingga beres. Seperti yang sudah diatur, Jokowi mengucapkan ulang sumpah jabatan itu untuk menjadi Gubernur DKI yang baik, adil, lurus, sesuai UUD '45, UU, dan peraturan, untuk berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa. Lalu dimana letak Jokowi melanggar sumpah jabatan seperti kata Mbak Tasniem?
Kalaupun kita mengalah menggunakan logika Mbak Tasniem untuk menuntut sumpah Jokowi agar membereskan Jakarta, maka semua gubernur sebelum Jokowi juga harus kita tuntut. Mereka semua juga belum membereskan Jakarta. Mengapa hanya Jokowi saja yang dituntut? Toh Jakarta "tidak beres" bukan karena Jokowi. Justru seharusnya kita menuntut mereka yang membuat Jakarta sedemikian rupa buruknya.
Saya setuju Jakarta itu penting untuk segera diperbaiki. Tetapi Jakarta tidak serta merta hancur lebur jika ditinggalkan Jokowi. Jokowi memiliki wakil sehebat Ahok. Jokowi tahu itu. Ahok pun adalah sosok yang diunggulkan Prabowo. Maka jika Jokowi bisa mempercayakan Ahok untuk menggantikannya memimpin Jakarta, mengapa Prabowo sebagai pencalon Ahok tidak bisa percaya kepadanya? Mengapa Mbak Tasniem tidak bisa percaya kepada Ahok?
Mungkin Mbak Tasniem hanya sedikit tidak teliti membaca sumpah jabatan Jokowi. Saya pahami. Itu normal terjadi. Namun Mbak, dari tuntutan Mbak tersebut, yang paling menggelisahkan adalah seakan mengingatkan Jokowi untuk menyelesaikan Jakarta itu jauh lebih penting daripada mengingatkan Prabowo untuk menyelesaikan kasus penculikan 1998. Ada 23 orang diculik, 9 mengaku disiksa, 13 belum kembali, dan 1 mati ditembak. Beberapa korban yang kembali pernah bertemu korban yang masih hilang di markas Kopassus Cijantung. Sehingga Prabowo tidak serta merta terlepas dari keterkaitan kasus korban yang masih hilang.
Mungkin Mbak Tasniem tidak tau, bahwa kasus penculikan 1998 belum selesai. Prabowo belum dinyatakan bersalah atau tidak bersalah oleh pengadilan karena pengadilan untuk kasus ini tidak kunjung dilakukan. Sejak 1998, 3 lembaga negara antara lain Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Tim Ad Hoc Komnas HAM, dan Tim Gabungan Pencari Fakta, sudah melakukan penyelidikan dan menemukan keterlibatan Prabowo dalam kasus penculikan 1998 tersebut. Dalam penyelidikannya, tahun 2005-2006 Tim Ad Hoc Komnas HAM memanggil Prabowo untuk bersaksi, namun ia mangkir tak pernah memenuhi panggilan. Tahun 2006, dibantu DPR, Komnas HAM mengajukan pengadilan kasus ini ke Jaksa Agung. Namun hingga detik ini, pengadilan kasus ini belum juga disetujui. Jadi sekali lagi, belum ada pengadilan untuk kasus ini. Maka belum ada kejelasan hukum mengenai status Prabowo bersalah atau tidak bersalah. Untuk lebih jelasnya, saya pernah menulis disini: Rangkaian Penculikan dan Keterlibatan Prabowo.
Lalu apakah memintanya untuk segera menyelesaikan kasus ini di pengadilan tidak jauh lebih penting? Ada 9 keluarga korban yang selama 16 tahun menanti kejelasan dimana orang tercinta mereka, Mbak. 16 tahun dan belum ada keadilan. Kata seorang ibu korban yang masih hilang, "separuh usiaku untuk membesarkan anakku. Separuh jiwaku terus sepi menunggu dia kembali..."
Tidak seperti Jokowi yang bisa digantikan Ahok dalam memimpin Jakarta, penyelesaian kasus penculikan 1998 hanya bisa dimulai dari kesaksian Prabowo. Tak ada yang bisa menyelesaikan kasus ini tanpa Prabowo ke pengadilan dan membuka semua kebenaran. Termasuk menyeret semua jendral yang terlibat.
Lagipula, menurut surat rekomendasi DKP pun Prabowo direkomendasikan untuk diberhentikan dari dinas keprajuritan karena melanggar Sapta Marga dan sumpah prajurit. Salah satu sumpah prajurit adalah tidak membantah perintah atasan dan salah satu isi Sapta Marga adalah membela kejujuran, kebenaran, maupun keadilan. Prabowo melanggar sumpah prajuritnya dengan melakukan tindakan yang tidak sesuai komando atasannya. Prabowo pun melanggar Sapta Marga-nya karena tidak bersedia memberi kesaksian saat dipanggil Komnas HAM terkait kasus penculikan 1998. Walaupun kesaksiaan Prabowo penting untuk memberikan keadilan kepada korban dan keluarga korban.
Mbak Tasniem, justru inilah yang disebut melanggar sumpah jabatan. Apa yang diucap Prabowo, tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya. Lalu mengapa Mbak Tasniem lebih menggelisahkan Jakarta dan Jokowi yang ternyata tidak melanggar ucapan sumpahnya, daripada menggelisahkan nasib kakak-kakak kita yang diculik, disiksa, dibunuh, dihilangkan, dan Prabowo yang jelas melanggar ucapan sumpahnya?
Ditakut vs Disegani
Mbak Tasniem yang cantik, ingat tidak kita pernah mengidolai The Moffatts? Sampai rela berdesak-desakan untuk menonton mereka dan mengambil gambar mereka. The Moffatts adalah band asing asal Kanada. Namun apakah kita takut kepada mereka? Kita menyukai dan mengaggumi mereka, bukan takut pada mereka. Itulah yang penting dalam menjalin hubungan antar bangsa. Saling menghormati dan dihormati. Bukan saling menakuti dan ditakuti.
Menurut Mbak Tasniem founding father kita pernah berpesan untuk memiliki pemimpin yang ditakuti, dibenci, dan dicaci maki asing karena pemimpin yang seperti itulah yang akan membela kepentingan bangsa. Tapi saya rasa ini tidak tepat untuk di jaman yang lebih ramah seperti sekarang. Saya katakan ramah karena di jaman sekarang ini, segala permasalah antar negara tidak lagi diselesaikan dengan perang. Tetapi sebisa mungkin kita selesaikan dengan menggunakan cara damai kekeluargaan yaitu jalur diplomasi.
Maka untuk apa memiliki pemimpin yang ditakuti bangsa lain? Kita tidak sedang berperang. Kita sedang menjalin hubungan baik saling menguntungkan antar bangsa. Memiliki pemimpin yang ditakuti tidak akan memberi dampak yang positif bagi bangsa ini. Contohnya Korea Utara. Amerika Serikat bahkan PBB pun tak dapat ikut campur dengan apa yang sudah Kim Jong Un perbuat dengan keji kepada rakyatnya. Karena mereka takut. Lalu apakah ketakutan AS pada Kim Jong Un itu berdampak baik bagi rakyat Korea Utara? Justru tidak. Jika kita kaget dan iba menonton film jaman dahulu yang rajanya menyiksa rakyat dan memperlakukan rakyat dengan tidak adil, maka jangan kaget pula jika itu masih terjadi di Korea Utara. Hingga detik ini.
Sehingga bagi saya Mbak Tasniem, kita tidak lagi membutuhkan pemimpin yang ditakuti, namun disegani bangsa asing. Karena di jaman kita sekarang, kita tidak lagi sedang berperang, namun kita sedang bekerja sama yang saling menguntungkan. Saya mohon Mbak Tasniem, jangan lagi memandang bangsa asing sebagai musuh. Karena itu akan menghacurkan kita sendiri. Pandanglah bangsa asing sebagai teman baik untuk bekerja sama dan berkompetisi. Untuk memiliki teman baik seperti itu, maka kita harus ramah namun disegani, bukan ditakuti.
Saya percaya, bahwa Jokowi tidak akan sempurna nantinya. Namun saya pun percaya, dia bukan jenis pemimpin yang represif atau yang memaksakan perintahnya kepada rakyat. Sehingga nantinya, jika Mbak Tasniem merasa Jokowi tidak bisa membela kepentingan bangsa di atas kepentingan asing, kita bisa dengan lantang tanpa rasa takut untuk mengkritisinya.


Jokowi dan Bangsa Asing


Sumber: dianparamita.com
Sumber: dianparamita.com
Tentu saja sosok Jokowi sudah menjadi sosok yang disegani bangsa asing. Ia berulang kali disorot media asing dengan positif. Salah satunya, seperti yang Mbak Tasniem sebutkan, Jokowi masuk dalam majalah Fortune. Tidak tanggung-tanggung ia dinobatkan sebagai salah satu dari 50 pemimpin terbaik di dunia. Ia disandingkan dengan para pemimpin hebat lainnya seperti Dalai Lama, Bill Clinton, Pope Francis, dan Aung San Suu Kyi. Mengutip majalah Fortune sebelum memperkenalkan 50 pemimpin hebat versi mereka.


In era that feels starved for leadership, we've found men and women who will inspire you - some famous, others little known, all of them energizing their followers and making the world better.

Membaca kutipan itu dan mengetahui bahwa ada orang Indonesia termasuk yang disebut di dalam kutipan itu, maka seharusnya Mbak Tasniem bangga, bukan khawatir. Bahwa ada calon pemimpin kita yang disegani bangsa asing sedemikian rupa. Sehingga akan membantu kita berhubungan baik saling menguntungkan dengan mereka.

Jokowi Mampu

Mbak Tasniem yang manis, sebenarnya apa yang Mbak tanyakan kepada Jokowi mengenai kemampuannya memimpin 250 juta jiwa Indonesia seharusnya ditanyakan juga kepada Prabowo. Apakah Prabowo mampu? Namun baik Jokowi maupun Prabowo tidak perlu menjawab. Hanya rekam jejak mereka yang bisa menjawab dengan jujur, apakah mereka mampu atau tidak memimpin bangsa ini?

Rekam jejak Jokowi mengatakan ia mampu. Ia telah memimpin Kota Solo dengan baik. Kalo tidak baik, mengapa rakyat Solo menyanjung dan menghormatinya hingga sekarang? Bahkan mendukungnya untuk menjadi presiden? Kalo tidak baik, mengapa sejak dahulu kita sudah mendengar nama Jokowi walaupun ia hanya seorang walikota? Saya ingat betul saya mendengar nama besar Jokowi pada tahun 2011, di acara Provocative Proactive yang dipandu teman baik saya Pandji Pragiwaksono. Acara ini adalah sebuah acara remaja yang membahas politik. Di kesempatan itu Mas Pandji menyebut Jokowi sebagai seorang walikota yang hebat. Beberapa bulan kemudian banyak sekali berita baik mengenai kinerjanya. Karena itu masyarakat memohon kepada PDIP untuk mencalonkan Jokowi agar memimpin ibukota Indonesia, Jakarta. Ia pun berangkat ke Jakarta dan terpilih. Tidak sampai disitu, ia pun melakukan berbagai perubahan berarti, seperti pembangunan MRT, penertiban Tanah Abang, penertiban topeng monyet, dsb. Kemudian masyarakat memohon kepada Megawati dan PDIP untuk mencalonkan Jokowi sebagai presiden. Termasuk saya. Termasuk keluarga saya. Termasuk teman-teman saya. Banyak. Ia mencalonkan diri sebagai presiden bukan karena paksaan Megawati, namun karena paksaan saya dan jutaan rakyat lainnya.

Sementara rekam jejak Prabowo belum menunjukkan ia mampu memimpin 250 juta jiwa Indonesia. Ia adalah mantan seorang pemimpin prajurit militer. Mbak Tasniem, prajurit militer itu berbeda dengan rakyat sipil. Dimana prajurit harus menuruti semua komando pemimpinnya, tanpa boleh protes. Berbeda dengan rakyat sipil yang justru idealnya terus mengkritisi pemerintah jika dirasa kebijakannya tidak baik. Bahkan sebagai prajurit pun Prabowo pernah diberhentikan dari ABRI 11 tahun sebelum masa pensiunnya. Disini letak perbedaannya. Jokowi sudah teruji dan dipuji saat memimpin rakyat sipil di 2 wilayah Indonesia, sementara Prabowo belum teruji dan bahkan pernah diberhentikan dari militer. 

Maka dari itu Mbak Tasniem, bertanyalah pada hati yang terdalam, apakah seseorang bisa kita percaya akan menjadi pemimpin yang baik jika belum teruji dan pernah diberhentikan? Menurut rekam jejak kedua calon, siapakah yang lebih siap dan mampu memimpin 250 juta jiwa Indonesia yang mayoritas sipil itu?

Blusukan Jokowi

Saya tahu Mbak Tasniem dari keluarga muslim yang dihormati. Saya pun yakin Mbak Tasniem adalah seorang muslimah yang baik. Karena muslimah yang baik adalah mereka yang selalu berprasangka baik. Maka mari kita berprasangka baik pada blusukan Jokowi.

Blusukan Jokowi tidak begitu saja langsung diketahui media lalu disorot. Ada prosesnya. Darimana media tau Jokowi blusukan jika sebelumnya Jokowi tidak blusukan di berbagai tempat? Blusukan Jokowi dilakukannya jauh sebelum media tahu, lalu kemudian menjadi pembahasan masyarakat, lalu kemudian media tertarik dan meliput.

Namun untuk menjawab keraguan Mbak Tasniem mengenai keikhlasan Jokowi dalam blusukan dan kesederhanaannya, mungkin Mbak Tasniem perlu mengetahui cerita kesaksian dari 3 anak bangsa ini. Namanya Maya Eliza, Vicky Nidya Putri, dan Fandy.


Sumber: dianparamita.com
Cuplikan testimoni Jokowi yang dimuat dalam surat terbuka untuk Tasniem Fauzia Rais oleh Dian Paramita.

Karena kagum, baik Maya, Vicky, maupun Fandy membagikan cerita dan fotonya ke Facebook. Pengalaman mereka ini menjadi viral dibagikan oleh anak bangsa lainnya. Ini bukan cerita dari media. Ini cerita dari anak bangsa seperti kita, Mbak Tasniem. 


Dana dan Kebocoran

Menanggapi pertanyaan Mbak tentang asal dana untuk program Jokowi akan sulit. Karena itu memang hanya bisa ditanggapi oleh Jokowi dan timnya sendiri. Namun kemudian Mbak Tasniem menyebutkan kebocoran kekayaan alam Indonesia yang dijelaskan Prabowo di dalam debat capres kedua.

Mbak Tasniem yang cerdas, bukankah kebocoran yang disebut Prabowo itu penuh perdebatan? Jika Prabowo mengaku mendapatkan data kebocoran itu dari Abraham Samad, maka sebenarnya maksud Abraham Samad yang bocor itu bukan dana yang sudah ada, bukan pula alam Indonesia. Maksud Abraham Samad mengenai kebocoran adalah hilangnya potensi pendapatan negara. Potensi ini hilang bukan karena dicuri, namun karena banyak pengusaha yang tidak membayar pajak atau banyaknya produk impor yang masuk.

Jika menurut Mbak Tasniem dana program Prabowo berasal dari kebocoran itu, maka ini berarti pihak Prabowo menggantungkan dana program mereka dari sesuatu yang masih bersifat potensi. Potensi yang masih mungkin berhasil didapatkan, tetapi mungkin juga tidak berhasil didapatkan. Kemungkinan potensi ini berhasil didapatkan negara adalah melalui perbaikan peraturan pajak atau ketegasan pemerintah dalam menarik pajak kepada pengusaha. Lain lagi dalam impor, potensi baru bisa berhasil didapatkan jika pemerintah mampu melindungi produk dalam negri dari impor.

Tentu saja untuk menuju keberhasilan, kedua cara ini prosesnya bersifat lama. Jika demikian, sambil menunggu proses mendapatkan dana dari potensi itu, dari mana dana untuk program-program Prabowo? Bahkan potensi dana belum tentu berhasil didapatkan. Jika tidak berhasil didapatkan kemudian pertanyaannya, dari mana dana untuk program-program Prabowo? 

Bertanya Pada Hati Nurani

Sejujurnya saya kecewa dengan isi surat Mbak Tasniem. Surat Mbak Tasniem menggelisahkan untuk bangsa ini. Karena Mbak Tasniem seakan lebih mengkhawatirkan Jakarta dipimpin Ahok daripada mengkhawatirkan 13 anak bangsa yang masih hilang di bawah komando Prabowo. Seakan sumpah jabatan Jokowi itu lebih berdosa daripada Prabowo melanggar sumpah prajuritnya. Seakan blusukan Jokowi itu perlu dicurigai daripada mencurigai koalisi gemuk dan koruptor pengemplang pajak di belakang Prabowo. Seakan jaman sekarang lebih butuh pemimpin yang ditakuti karena pernah melanggar HAM daripada pemimpin yang disegani dan dipuji bangsa lain. Seakan lebih tepat meremehkan kemampuan Jokowi yang terbukti sudah mampu memimpin 2 wilayah di Indonesia daripada meremehkan Prabowo yang belum pernah memimpin sipil dan jelas diberhentikan atasannya. Seakan lebih baik memaklumi masa lalu kelam Prabowo dan orang-orang lama bermasalah di belakangnya daripada memaklumi masa lalu Jokowi yang terbukti baik.

Kita tidak sedang bertaruh seperti suporter sepak bola dengan taruhan uang pribadi. Kita sedang menentukan masa depan bangsa, yang taruhannya anak-cucu kita nanti. Memang betul kita harus selalu bertanya pada hati nurani yang paling dalam untuk keputusan kita memilih pemimpin nanti. Maka Mbak Tasniem, mohon tanyakan pada diri sendiri, apakah benar Mbak Tasniem menulis surat itu dengan hati yang paling dalam?

Surat tulus dari mantan adik kelasmu yang dulu mengaggumimu,

Jakarta, 30 Juni 2014,
Dian Paramita

PS: Surat ini tak perlu dibalas.


Pemilihan Presiden Tahun 2014 hanya dengan 2 (dua) pasangan Capres/Cawapres mendudukkan masyarakat Indonesia terpecah jadi 2 (dua) kubu. Pertarungan (head to head) saling mengkritik, cenderung menjatuhkan dan tidak membangun, dilontarkan oleh kedua kubu. Hal ini tentunya tidak sehat, justru yang dilihat disini adalah pertarungan kaum intelektualnya, sedangkan di masyarakat, akar rumput, masih adem ayem saja. Semoga tidak terjadi menjadi konflik sosial.

Dari surat-surat di atas, kebijakan pembacalah yang utama. Buktinya?? Mari kita lihat dan saksikan pada tanggal 9 Juli 2014. Rakyat menentukan pilihan siapa Presiden Republik Indonesia berikutnya.

INDONESIA DAMAI ... !!!

Diolah dari berbagai sumber.


Wilayah Kecamatan pada 3 Calon Daerah Otonom Baru (DOB) Di Provinsi Banten


DPR RI membahas 3 DOB Banten dalam rapat kerja bersama pemerintah atas usulan 22 RUU Pembentukan DOB di gelar di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/6). Pembentukan DOB tersebut, diantaranya adalah tiga daerah di Banten yakni Kabupaten Cilangkahan, Kabupaten Caringin, serta Kabupaten Cabaliung. Rapat kerja antara Komisi II dengan pemerintah merujuk pada surat bernomor R-13/Pres-02/2014 tanggal 27 Februari 2014 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait 22 RUU tentang Pembentukan Provinsi, Kabupaten dan Kota. Dari pemerintah hadir Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi beserta jajarannya sedangkan Menkumham Amir Syamsuddin dan Menkeu Chatib Basri tidak hadir. 

Wakil Ketua Komisi II DPR Abdul Hakim Naja mengatakan pembentukan daerah otonomi baru merupakan solusi mengoptimalkan pelayanan publik karena memperpendek rentang kendali pemerintahan sehingga berjalan lebih efektif dan efisien. "Hal ini sejalan dengan asas umum dan prinsip pemerintahan yang baik dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan, memperkuat daya saing daerah serta memperkokoh keutuhan negara kesatuan," kata Abdul Hakim Naja. Abdul Hakim Naja mengatakan usulan pembentukan dob telah disikapi DPR dengan melakukan verifikasi dan validasi terhadap persyaratan administrasi. Hasil verifikasi tersebut, katanya, disampaikan kepada pengusul atau pemerintah daerah untuk mengklarifikasi, penyesuaian atau pembaruan syarat sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Daerah. "Atas klarifikasi, penyesuaian dan pembaruan persyaratan tersebut, Komisi II telah melakukan pengecekan ulang dengan mengundang pemerintah daerah atau pengusul," katanya. Dia mengatakan aspek yang dipertimbangkan Komisi II untuk meneruskan pembentukan DOB adalah faktor batas wilayah antara suatu daerah dengan negara lain atau negara tetangga, karena faktor ini bertujuan memantapkan ketertiban dan keamanan daerah dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Faktor lainnya adalah pertahanan keamanan, kependudukan, jumlah dan kepadatan penduduk, kemampuan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, pendapatan domestik regional bruto nonmigas, kemampuan keuangan, indeks pembangunan manusia, potensi daerah serta rentang kendali, kata dia. "Termasuk juga ketentuan minimal jumlah kabupaten dalam pembentukan provinsi baru dan jumlah minimal kecamatan untuk pembentukan kabupaten dan kota," katanya.

Perlu diketahui wilayah-wilayah Kecamatan mana saja yang masuk ke dalam pemekaran DOB tersebut, adalah sebagai berikut :

A. CALON KABUPATEN CILANGKAHAN

Berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Lebak yang terdiri atas cakupan wilayah :
  1. Kecamatan Malingping;
  2. Kecamatan Banjarsari;
  3. Kecamatan Bayah;
  4. Kecamatan Cebeber;
  5. Kecamatan Cilograng;
  6. Kecamatan Cijaku;
  7. Kecamatan Panggarangan;
  8. Kecamatan Wanasalam;
  9. Kecamatan Cigemblong, dan
  10. Kecamatan Cihara
Calon Kabupaten Cilangkahan mempunyai batas-batas wilayah :
  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Lebak;
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat;
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia; dan
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Pandeglang.
Calon ibukota Kabupaten Cilangkahan berkedudukan di Malingping.

B. CALON KABUPATEN CARINGIN

Berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Pandeglang yang terdiri atas cakupan wilayah :
  1. Kecamatan Labuan;
  2. Kecamatan Pagelaran;
  3. Kecamatan Sukaresmi;
  4. Kecamatan Patia;
  5. Kecamatan Cikedal;
  6. Kecamatan Carita; dan
  7. Kecamatan Jiput.
Calon Kabupaten Caringin mempunyai batas-batas wilayah :
  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Pandeglang;
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Lebak;
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia; dan
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Sunda.
Calon ibukota Kabupaten Caringin berkedudukan di Desa Caringin Kecamatan Labuan.

C. CALON KABUPATEN CIBALIUNG

Berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Pandeglang yang terdiri atas cakupan wilayah :
  1. Kecamatan Cibaliung;
  2. Kecamatan Sumur;
  3. Kecamatan Cimanggu;
  4. Kecamatan Cibitung;
  5. Kecamatan Panimbang;
  6. Kecamatan Cigeulis;
  7. Kecamatan Sobang; dan
  8. Kecamatan Cikeusik.
Calon Kabupaten Cibaliung mempunyai batas-batas wilayah :
  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Pandeglang;
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Lebak;
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia; dan
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Sunda.
Calon ibukota Kabupaten Caringin berkedudukan di Desa Caringin Kecamatan Labuan.


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More