Rano Karno Ajak Pengembang Bangun Permukiman di Banten Selatan


Pemerintah Provinsi Banten akan mendorong pembangunan infrastruktur ke wilayah selatan yakni Lebak dan Pandeglang guna menarik minat swasta untuk ikut melakukan pengembangan kawasan permukiman terutama menengah bawah. Salah satu proyek infrastruktur tol Serang-Penimbang yang tahap pembebasan lahannya akan segera dilakukan pada 2016.

Pelaksana Tugas Gubernur Banten, Rano Karno mengungkapkan di provinsi tersebut ada empat kota dan empat kabupaten, namun pengembangan permukiman lebih banyak bertumpu di kawasan Banten utara seperti  Tangerang, Tangerang Selatan, Serang dan Kabupaten Tangerang.

"Untuk pembangunan perumahan memang belum ada pemerataan, seperti di Lebak dan Pandeglang karena infrastrukturnya memang tertinggal. Oleh karena itu kita akan buka infrastrukturnya untuk menarik swasta agar mau masuk dan berinvestasi di sana termasuk di sektor properti," ungkap Rano Karno dalam perbincangan dengan Liputan6.com yang ditulis, Senin (29/06/2015).

Pembangunan jalan tol Serang-Penimbang ditujukan untuk membuka akses menuju Banten wilayah selatan terutama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Pandeglang yang telah dicanangkan Presiden Jokowi. Jalan tol sepanjang 80 kilometer tersebut diperkirakan menelan dana sebesar Rp 5 triliun. Selain jalan bebas hambatan, Pemprov Banten juga akan meningkatkan kualitas jalan provinsi Serang-Penimbang, mendorong percepatan bandar udara di Banten selatan, bahkan pengembangan jaringan kereta api ke Penimbang.

"Inilah sisi lain dari wilayah Banten yang harus dipercepat pembangunannya. Pembangunan tol tahun depan sudah pembebasan lahan dan penyelesaian Amdal, sehingga 2017 ditargetkan sudah konstruksi. Saya yakin Pandeglang dan Lebak akan semakin terbuka untuk investasi," papar dia.

Saat ini PT Kawasan Industri Jababeka Tbk melalui anak usahanya PT Banten West Java Tourism Development Corporation telah melakukan pengembangan KEK Tanjung Lesung. Terkait rencana pembangunan rumah murah bagi masyarakat di kedua daerah itu, Rano mengaku masih sangat minim, apalagi swasta belum berkeinginan untuk masuk ke daerah tersebut. Namun Pemprov Banten memiliki program bedah rumah yang sudah berjalan, dengan bantuan Rp 15 juta per rumah.

Dia mengakui bantuan itu sangat kecil, namun setidaknya dapat meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu di daerah tersebut.

"Saya mengajak pengembang terutama anggota Realestat Indonesia (REI) untuk ikut membantu pembangunan rumah murah di Banten ini," imbau Rano.

Pemprov Banten dan REI Banten telah mencanangkan percepatan implementasi program Sejuta Rumah di provinsi tersebut guna mendukung program yang telah dicanangkan pada 29 April 2015 lalu. Tahun ini akan dibangun 5.000 unit rumah murah, dan tahap pertama akan dibangun 1.000 unit.

"Saya sudah minta kepada REI agar dari 1.000 rumah tahap pertama itu, sekitar 200 unit bisa dialokasikan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah ini yang banyak belum memiliki rumah," tegas Rano. Dia berjanji akan mengundang Presiden Jokowi untuk menyaksikan langsung groundbreaking pembangunan 1.000 unit rumah subsidi di Banten dalam waktu dekat. 

Sumber : liputan6.com


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More