Perkembangan Pembangunan Jalan Tol Panimbang - Serang


Pada awal menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Jokowi mempunyai target untuk membangun jalan tol sepanjang 1.000 km dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.

Total ruas yang akan dibangun mencapai 25 ruas tol. Sebanyak 25 ruas tol tersebut mencakup proyek Jaringan Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatera, dan beberapa tol di Sulawesi, dan Kalimantan. Salah satunya adalah Tol Serang-Panimbang.

Jalan tol Serang—Panimbang sepanjang 83,9 km turut melibatkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Banten dan PT Banten West Java (BWJ), anak perusahaan PT Jababeka Tbk, selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dalam pembangunannya. Tol tersebut  dibangun untuk mempercepat dan memudahkan akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Tol Serang – Panimbang saat ini dalam status persiapan lelang, dengan target penandatangan kontrak pada semester II tahun 2016.

Jokowi juga menyatakan bahwa pembangunan Tol Serang – Panimbang akan dipercepat dan sesuai arahannya. Tol tersebut ditargetkan rampung pada 2018 dengan biaya investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp6,7 triliun  dan biaya tanah mencapai Rp1 triliun.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bakal melelang tiga ruas jalan tol pada kuartal I-2016 menyusul telah disetujuinya izin penetapan lokasi pembangunan oleh pemerintah daerah setempat. Adapun ketiga ruas yang akan dilelang yakni tol Ciawi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Serang-Panimbang, dan Legundi-Bunder.

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) untuk ruas Cisumdawu dan Legundi-Blunder sudah diterbitkan. Sedangkan, ruas Serang-Panimbang masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi Banten.

Adapun ruas tol Serang-Panimbang akan sepanjang 83,9 km dengan biaya investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 6,7 triliun dan biaya tanah mencapai Rp1 triliun. Sedangkan tol Legundi-Bunder akan dibangun sepanjang 20 kilometer dengan nilai investasi mencapai Rp 2,5 triliun.

Dengan adanya akses Tol Serang – Panimbang diharapkan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah Banten khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, yang menurut Managing Director PT BWJ, Rully Lasahido, target  enam juta wisatawan berkunjung ke KEK Tanjung Lesung harus dicapai pada tahun 2020. Selain itu juga akan meningkatkan ekonomi daerah serta meningkatkan investasi di Banten.

Rencana Pembangunan Infrastruktur Tanjung Lesung

PT Jababeka Tbk mendapat mandat untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung sebagai kawasan terpadu wisata melalui Peraturan Pemerintah (PP) No 26/2012.

PT Jababeka Tbk telah menyiapkan banyak rencana jangka panjang untuk menghidupkan daerah yang terletak 170 kilometer dari Jakarta. Rencana tersebut antara lain membentuk perusahaan patungan antara PT Banten West Java Tourism Development Corporation (anak usaha Jababeka) dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II). Dua korporasi ini sepakat membangun terminal kapal pesiar bernama Marina dengan kapasitas sekitar 600 dermaga. Dengan memanfaatkan lahan seluas 50 hektar, pembangunan proyek itu memakan biaya sekitar Rp 602,4 miliar.

Dalam menunjang kemudahan akses, akan dibangun jalan tol Serang – Panimbang sepanjang 83 kilometer. Akses yang biasa digunakan untuk menuju Tanjung Lesung adalah melalui jalan tol Jakarta-Merak dan keluar di tol Serang Timur. Setelah itu, menggunakan jalan reguler sejauh 100 kilometer menyusuri kota Pandeglang, Labuan, dan berakhir Tanjung Lesung. Jarak tempuh darat ini biasanya memakan waktu sekitar 4 hingga 5 jam.

“Pembangunan jalan tol tidak mudah. Pembebasan lahan juga menjadi kendala. Kira-kira selesai 10 hingga 20 tahun lagi,” papar General Manager Tanjung Lesung Resort Priyono Indrayanto.

Menurut Indra, dengan adanya rencana pembangunan Bandar Udara Panimbang, Banten, maka Tanjung Lesung yang berlokasi di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, akan semakin mudah dicapai, akses menuju Tanjung Lesung diperkirakan hanya memakan waktu 10 menit. Serta akan dibangun fasilitas pendukung untuk memenuhi gaya hidup wisatawan, yaitu lapangan golf dan taman wisata.

Kendati berbagai proyek infrastruktur tersebut masih dalam tahap perencanaan, Jababeka telah menyiapkan alternatif akses menuju Tanjung Lesung. Yaitu dengan menghadirkan airstrip, menggunakan penerbangan carter dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Tanjung Lesung.

“Kami sudah ratakan tanah yang akan menjadi area airstrip. Kami telah bekerjasama dengan Garuda Indonesia dan maskapai lain. Namun, masih menunggu izin operasional,” ungkap Indra.

Sumber : thepresidentpostindonesia.com, beritasatu.com


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More