Macron Enggan Minta Maaf: MUI Serukan Boikot Produk Prancis, Ini Daftarnya!


Hingga kini Presiden Prancis Emmanuel Macron enggan meminta maaf terkait perkataannya yang dianggap menghina Nami Muhammad SAW atas nama kebebasan berpendapat. Alih-alih meminta maaf, paska serangan penusukan yang menewaskan tiga orang di gereja Notre-Dame Kota Nice, Prancis. Macron bersumpah Prancis tidak akan menyerah setelah insiden penyerangan yang disebutnya sebagai 'serangan teroris Islam'.

"Prancis tidak akan menyerah pada nilai-nilai kami", sumpah Macron sebagaimana dilansir AFP, Kamis (29/10/2020). 

MUI Serukan Boikot Produk Prancis

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam memboikot semua produk Prancis. Boikot harus terus dilakukan sampai Presiden Emmanuel Macron meminta maaf kepada umat Islam. MUI menilai Macron egoistik dan hanya memperhatikan kepentingannya sendiri dan tidak peduli kepentingan dan keyakinan umat Islam. Sebab, Macron tidak menghiraukan dan menggubris sedikitpun peringatan Umat Islam seluruh dunia.

Padahal, Komisi HAM PBB sudah menyatakan bahwa penghinaan dan pelecehan kepada Nabi Muhammad SAW bukanlah sebuah kebebasan berekspresi. MUI pun meminta tindakan pelecehan dan penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak terjadi lagi.


“Karena itu, MUI menyatakan sikap dan menghimbau umat Islam Indonesia dan dunia untuk memboikot semua produk yang berasal dari Prancis, serta mendesak Pemerintah Indonesia melakukan tekanan dan peringatan keras kepada Pemerintah Prancis,” Ujar Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH. Muhyiddin Junaidi, Jum’at (30/10) saat membacakan “Pernyataan dan Himbauan MUI untuk Memboikot Semua Produk Prancis Hingga Presiden Emmanuel Macron Meminta Maaf Kepada Umat Islam se-Dunia”.

Selain itu, MUI mendesak Pemerintah RI menarik sementara waktu Duta Besar RI di Paris sampai Presiden Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada Umat Islam seluruh dunia.

"Umat Islam Indonesia sejatinya tidak ingin mencari musuh. Umat Islam di sini hanya ingin hidup damai dan harmonis. Namun umat Islam Indonesia akan melakukan tindakan memboikot bila kepala negara Prancis tersebut tidak menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati", imbuh Kiai Muhyiddin.

MUI juga mendukung sikap Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan anggotanya seperti Turki, Qatar, Kuwait, Pakistan, Bangladesh yang telah memboikot semua produk Prancis. Serta  mendesak Mahkamah Uni Eropa mengambil tindakan dan hukuman kepada Perancis atas tindakan dan sikap Presiden Emmanuel Macron yang menghina dan melecehkan Nabi Muhammad SAW. 

MUI pada kesempatan itu juga mengimbau agar Umat Islam Indonesia bisa menyampaikan aspirasi terkait hal ini melalui jalan damai dan beradab.

Mengenal Produk Prancis Yang Beredar Di Indonesia

Dari cacatan BPS, sepanjang Januari-Juli 2020 nilai total impor dari Prancis ke Indonesia mencapai US$ 682 juta, turun 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (dikutip dari detik.com, 30/10/2020). 

Produk yang diimpor Indonesia antara lain, senjata dan peluru 282,029 kg senilai US$ 71,9 juta. Pulp and waste paper 111,8 juta kg senilai US$ 45,9 juta. Selain itu, impor mesin dan motor termasuk suku cadang 699.281 kg senilai US$ 436 juta.

Pada produk kesehatan dan farmasi sebanyak 681.044 kg, nilainya US$ 33,9 juta serta produk lainnya yaitu kedelai 120.743 kh nilainya US$ 73.370 dan mentega 286.790 kg nilainya US$ 238 juta.


Untuk mengenal produk-produk Prancis yang beredar di Indonesia, berikut beberapa daftar sebagaimana dilansir nahimunkar.org.  
  • Danone: Aqua (air minum), activia (yoghurt), mizone (air minum), vit (air minum), levite (air minum), bebelac (susu), nutrilon royal (susu), lactamil (susu), SGM (susu).
  • Loreal (kosmetik perawatan kulit dan kecantikan)
  • Garnier (kosmetik perawatan kulit dan kecantikan)
  • Lacoste (fashion, parfum)
  • Michelin (ban)
  • Peugeot (mobil)
  • Lancome (kosmetik, parfum)
  • Accor (hotel): Novotel, Ibis, mercure, Raffless, Pullman, Fairmont.
  • Moulinex (peralatan dapur): produk blender dsb.
  • Citroen (mobil)
  • BNP Paribas (perusahaan manajer investasi)
  • Societe generale (perusahaan finansial)
  • Chanel (kosmetik)
  • Nina Ricci (parfum)
  • Givenchy (pakaian, parfum, aksesories, kosmetik)
  • Babybel (keju)
  • Evian (air mineral kemasan)
  • Doux (sosis)
  • LU (parfum, makanan ringan) 
  • BiC (alat tulis)
  • Tefal (alat-alat dapur)

Sekarang tinggal anda umat Muslim di Indonesia, apakah ikut himbauan para Kyai dan Guru di MUI atau tidak? 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

close